kemampuannya ditujukan untuk mendeteksi berbagai karakteristik aroma.
Pendeteksi elektronik lumrah disebut dengan penciuman bionik. Dalam sebuah
kamus, Bionik adalah organ yang digerakkan dengan elektronika.
komersial pandang. Ungkapan “electronic sensing” mengacu pada kemampuan reproduksi indera manusia menggunakan sebuah sensor dan
sistem pengenalan pola.
mengembangkan teknologi, sering disebut sebagai e-nose, yang
dapat mendeteksi dan mengenali bau dan rasa. Tahapan proses pengenalanyang
mirip dengan penciuman manusia dan dilakukan untuk
identifikasi, kuantifikasiperbandingan, dan aplikasi lainnya, termasuk penyimpanan data dan pengambilan.
dan sekarang digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri.
langsung. Yaitu dengan memegang, melihat langsung, dan mencium aromanya.
Metode organoleptis ini sangat tergantung dari kondisi seseorang.
Jika seandainya orang yang menguji sedang terserang flu, tentu indra
penciumannya juga akan terganggu. Kebutuhan pengujian yang tidak bergantung
kepada kondisi tubuh menimbulkan ide untuk membuat sebuah prototipeelectronic
nose (selanjutnya disingkat e-nose) yang dapat digunakan sebagai uji
mutu.
Sensor Penciuman Elektronik
Fuzzy Learning Vector Quantization (FLVQ)
vektor quantization yang mengintegrasikan teori fuzzy dalam proses
pembelajarannya dan mempunyai algoritma yang sederhana tetapi berkemampuan
tinggu dalam pengenalan aroma.
Sistem penciuman elektronik terdiri dari 3 bagian yaitu pertama,
sistem sensor yang mengubah besaran aroma menjadi besaran listrik, kedua,
sistem elektronik yang mengukur besar perubahan frekuensi sensor dan ketiga,
sistem jaringan neural buatan yang melakukan pengenalan aroma.
jaringan neural buatan adalah menyerupai kelakuan otak manusia. Dimana beberapa
neuron berhubungan rapi satu sama lain.Kemampuan kecepatan, ketepatan dan
tingkat keakurasian yang tinggi pada sistem neural sangat dibutuhkan oleh
sistem penciuman elektronik. Maka metode fuzzy learning vector
quantization sangat diperlukan.
Metode Quartz Crystal Microbalance (QCM)
kerja penciuman elektronik ini adalah dengan memasukkan uap aroma ke ruang
sensor lalu uap tersebut akan diekstraksi menjadi komponen penyusun uap. Tiap
komponen itu selanjutnya diukur intensitas dan konsentrasinya oleh sensor
Quartz Crystal Microbalance (QCM). Guna menangkap uap aroma, osilator
dimodifikasi dan diberikan tambahan lapisan zat kimia.







Komentar