Ajukan Paspor ID, 117 Calon Pekerja Migran dari Bireuen

Untuk Bekerja di Luar Negeri

banner 468x60

Kabarjino | Bireuen – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bireuen, Mirza Fahmi, mengatakan dari 2022 hingga 2024, sebanyak 117 pencari kerja telah mengajukan penerbitan rekomendasi Paspor ID Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk bekerja di luar negeri.

“Pada tahun 2022, terdapat 21 orang yang terdiri dari 16 perempuan dan 5 laki-laki yang mengajukan permohonan.

Sebagian besar bekerja di sektor operator produksi atau pekerja pabrik (industri) sebanyak 18 orang, perusahaan kargo 1 orang, dan sektor konstruksi 2 orang. Negara tujuan seluruhnya adalah Malaysia,” kata Fahmi.

Baca Juga : Menghilang Beberapa Hari, Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Pada tahun 2023, Fahmi mengatakan jumlah pencari kerja yang mengajukan permohonan rekomendasi Paspor ke Disnakertrans meningkat menjadi 43 orang, yang terdiri dari 18 perempuan dan 25 laki-laki.

“Terdapat perkembangan sektor yang dituju oleh pencari kerja, dimana dari 43 yang mengajukan, 14 orang menyasar sektor industri, 11 orang sektor konstruksi, tenaga kesehatan 9 orang, perkebunan 6 orang, 1 orang barista, dan sektor pariwisata/restoran 2 orang,” kata Fahmi.

Baca Juga : Kerja Sama Antara Unimal dengan Kazan Federal University Terjalin

Aturan Baru Barang Kiriman Pekerja Migran dari Luar Negeri Untuk negara penempatan tenaga kesehatan adalah Arab Saudi, industri di Malaysia dan Jepang, konstruksi dan perkebunan di Malaysia, serta barista dan pekerja restoran di Arab Saudi dan Brunei Darussalam.

Baca Juga : Akhir Tahun 2023, Pentingnya Mensyukuri Nikmat Allah

Infografis Paspor Gratis untuk Pekerja Migran Selanjutnya, kata Fahmi, pada tahun 2024 ini, pencari kerja yang mengajukan permohonan rekomendasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bireuen sampai dengan semester pertama sudah mencapai 10 orang. Rinciannya 6 perempuan dan 4 laki-laki.

“Sektor usaha konstruksi 1 orang dengan tujuan Polandia, tenaga kesehatan atau perawat tujuan Arab Saudi, sementara sektor industri penempatan Malaysia, Jepang, dan Jerman sebanyak 4 orang. Sektor jasa 1 orang dan pariwisata restoran 1 orang laki-laki penempatan di Brunei Darussalam,” demikian Fahmi. (kj)