KabarJino | Sigli – Proyek Tugu Aneuk Mulieng Sigli di Bundaran Simpang Lampu Merah, yang menguras dana sekitar Rp 11,3 miliar akhirnya rampung dikerjakan tahun 2024. Tugu Aneuk Mulieng menjadi ikon Kabupaten Pidie sebagai lumbung melinjo di Aceh, Kamis (2/1/2025) diresmikan Pj Bupati Pidie, Samsul Azhar.
Peresmian tugu ini ditandai dengan tandatangan prasasti hingga penggutingan pita oleh Pj Bupati Pidie, Samsul Azhar disaksikan Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana SIK. Berdasarkan data diperoleh, bahwa pembangunan Tugu Aneuk Mulieng mulai dianggarkan dana sejak tahun 2019.
Baca Juga : Kata Wamendiktisaintek Stella Tentang Riset dan Pembangunan Aceh
Saat itu, diplotkan dana Rp 4,8 miliar, untuk pembangunan bundaran atau perbaikan giometrik Simpang Terminal Sigli, yang dikerjakan CV Bosnia Motor, dengan sumber APBN. Hal itu berdasarkan data LPSE Kementerian PUPR.
Kepala Dinas Perkim Pidie, Thantawi ST MT dan Mantan Kepala Bappeda Pidie, H Muhammad Adam ST MM berfoto bersama di Tugu aneuk mulieng (buah melinjo) berdiri megah di tengah kota Sigli tepatnya di Bundaran Lampu Merah, Pidie setelah diresmikan oleh Pj Bupati Pidie, Drs Samsul Azhar MSi, Kamis (2/1/2025).
Tugu memiliki perumpaan satu buah mulieng besar, 23 bentuk aneuk mulieng kecil dan 22 titik air mancur. Kemudian tahun 2022 dianggarkan dana kembali Rp 4,7 miliar sebagai lanjutan pembangunan tugu, dengan Dana Otonomi Khusus Aceh atau DOKA.
Pemenang tender tahun 2022 adalah CV Surya Wahana Gasindo.
Baca Juga : Resmi, Ini Daftar UMP 2025 di Seluruh Provinsi Indonesia
Namun, saat dilanjutkan pembangunan pada tahun 2023, dengan dana sponsorship Bank Aceh Syariah Sigli Rp 1,8 miliar, ternyata gagal dilaksakan akibat terlambat ditender.
Proyek Tugu Aneuk Mulieng raksasa dilanjutkan kembali pada tahun 2024, dengan sumber dana yang sama. Pemenang tender CV Zia Pratama, dengan anggaran mencapai Rp 1,8 miliar.
Dengan demikian total menghabiskan dana untuk pembangunan proyek Tugu Aneuk Mulieng itu sekitar Rp 11,3 miliar.
” Proyek pembangunan Tugu Aneuk Mulieng sempat delay bukan mangkrak atau pun terbengkalai karena memang belum selesai akibat sistem,” kata Pj Bupati Pidie, Samsul Azhar, antara lain dalam sambutannya saat meresmikan Tugu Aneuk Mulieng Sigli, Kamis (2/1/2025).
Ia menjelaskan, proyek Tugu Aneuk Mulieng memang ditargetkan harus rampung dikerjakan tahun 2024. Akhirnya proyek itu selesai dikerjakan, sesuai kontrak pada tanggal 31 Desember 2024.
Baca Juga : Tiga Pria Rampok Konter HP Pakai Sebo dan Senjata Api di Aceh Tamiang
Menurutnya, jelang proyek tugu diresmikan, ramai warga berswafoto. Sehingga huruf L pada kata ‘SIGLI’, yang dipasang di Tugu Aneuk Mulieng rusak. Animo warga berselfie di tugu tinggi Kata Samsul, gagasan Tugu Aneuk Mulieng dibangun pada tahun 2019, pada era Bupati Pidie, Roni Ahamad dan Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud.
Tugu tersebut dibangun sebagai jejak sejarah, bahwa Pidie sebagai penghasil melinjo terbaik di dunia. Untuk itu, pohon melinjo harus dilestarikan di Pidie.
“Kita harus menanam bibit melinjo asli dari asal Pidie, meski satu batang dari pada kita menanam bibit meulinjo 100 batang, tapi bibit dari luar,” jelasnya.
Harus Dijaga Bersama
Pj Bupati Pidie, Samsul Azhar, mengungkapkan, Tugu Aneuk Mulieng yang sangat indah harus dijaga bersama. Sebab, tugu itu sebagai menumen penting terhadap sejarah populernya aneuk mulieng di Pidie.
Baca Juga : Asrama Putri Dayah Babul Maghfirah Cot Keueung Terbakar
Seperti diketahui, Tugu Aneuk Mulieng telah mengubah suasana Kota Sigli menjadi indah pada malam hari.
Sebab, deretan lampu yang memancarkan cahaya, menjadi denyut nadi bangkitnya perekonomian Kabupaten Pidie.
Di tugu tersebut adanya air mancur hingga memiliki empat tangga.





Komentar