Kabar Jino | Banda Aceh – Warga Kopelma Darussalam, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang pria paruh baya di sebuah kios jahit sepatu pada Selasa malam, 15 April 2025, sekitar pukul 19:30 WIB. Jenazah tersebut diduga telah berada di lokasi selama empat hari sebelum akhirnya ditemukan.
Mayat seorang pria bernama T Bukari (59) ditemukan membusuk oleh warga yang mencium bau kurang sedap dari dalam kios jahit sepatu di Desa Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.
Jasad pria tersebut ditemukan membusuk di atas kasur dengan posisi terlentang di dalam kios usaha miliknya.
Baca Juga : RPJM Kabupaten/Kota Diminta Sinkron dengan Visi-Misi Gubernur
Penemuan itu sempat gegerkan warga sekitar yang tinggal dan melintas di Jln T Nyak Arief Tanjung Selamat, Selasa (15/4/2025).
Korban diketahui bernama T. Bukhari, kelahiran Keude Lapang – Gandapura, Kabupaten Bireuen. Pihak keluarga korban telah mengambil jenazah dan melakukan pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keude Lapang, kampung kelahirannya di Bireuen, pada Rabu pagi, 16 April 2025. Diketahui, korban tinggal bersama istrinya yang mengalami sedikit kelainan jiwa (Orang Dengan Gangguan Jiwa/ODGJ).
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, melalui Kapolsek Syiah Kuala, Iptu Cut Layla Surya, pada Rabu (16/4/2025) membenarkan penemuan jenazah tersebut.
“Kami sangat terkejut dengan kejadian ini. Saya tidak menyangka akan ada penemuan jenazah di kios atas selokan dekat sini,” ujar Sayid Hijrinsyah, seorang warga Tanjong Selama di lokasi kejadian.
Baca Juga : Buat Modal Awal Kopdes Merah Putih
Berdasarkan informasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga kuat, korban meninggal dunia akibat sakit biasa. Meskipun demikian, pihak kepolisian Sektor Syiah Kuala di bawah Polresta Banda Aceh tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti meningggal T. Bukhari dan mencari tahu bagaimana jenazah tersebut bisa berada di kios tersebut.
Keluarga T. Bukhari yang berdomisili di Keude Lapang belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait penemuan jenazah di Banda Aceh. Namun, rasa duka mendalam terlihat jelas saat proses pemakaman berlangsung di TPU Keude Lapang pagi tadi.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat di Banda Aceh yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera menghubungi kantor polisi terdekat guna membantu proses penyelidikan.
Menurut keterangan Sekretaris Desa (Sekdes) Kopelma Darussalam, Sayid Hijrinsyah, mengatakan, awalnya mendapat informasi dari warga sekitar pukul 12.00 WIB terkait bau busuk dari dalam kios jahit sepatu.
“Informasi awal dari Kepala Dusun terkait bau bangkai, kemudian saya datang untuk cek ke lokasi,” kata Sayid Hijrinsyah kepada kami.
Selanjutnya, Sayid bersama warga lainnya datang untuk memastikan. Dari sela-sela pintu berbahan triplek, Sayid sempat melihat bagian kepala jenazah yang sudah dikerumuni lalat.
Namun saat hendak membuka pintu, warga sempat kesulitan karena dihalangi oleh istri korban yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Baca Juga : MotoGP 2025, Sejauh Ini Cuma Ada Sirkuitnya Marc Marquez
“Istrinya ada di dalam kios dan menghalangi saat kami mencoba buka pintu,” jelasnya.
Akhirnya, setelah Shalat Magrib, Sayid bersama warga kembali mendobrak dan istri korban keluar dengan kondisi marah-marah.
“Korban sudah empat hari tidak keluar, sementara istrinya keluar masuk dari kios tersebut,” terang Sayid.
Dia juga menyebutkan bahwa tidak mengetahui identitas asli korban. Mereka hanya kenal korban sebagai penjahit sepatu di daerah tersebut.

