Kabar Jino | Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri kegiatan Sinkronisasi dan Analisis Tata Kelola Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diselenggarakan sebagai upaya memperkuat arah kebijakan pembangunan Aceh melalui pengelolaan dana otsus yang lebih terukur, efektif, dan tepat sasaran.
Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari jajaran Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, hingga unsur pengawasan, dengan tujuan menyamakan persepsi dan strategi dalam pemanfaatan dana otsus.
Baca Juga : Ibu Wali Kota Banda Aceh Lepas Pawai Budaya Meriahkan HUT RI ke-80
Dalam sambutannya, Wagub Fadhlullah menegaskan bahwa dana otsus merupakan amanah yang harus dijaga dan dikelola sebaik mungkin. Sejak diberlakukan pasca penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki, dana otsus hadir sebagai kompensasi sekaligus instrumen percepatan pembangunan di Aceh.
Namun, ia menilai, tantangan utama yang masih dihadapi adalah bagaimana memastikan alokasi dana benar-benar memberi dampak langsung kepada masyarakat.
“Sinkronisasi ini penting agar program yang kita jalankan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi. Analisis yang dilakukan hari ini juga menjadi bahan evaluasi untuk menilai sejauh mana manfaat dana otsus sudah dirasakan rakyat Aceh,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fadhlullah menjelaskan bahwa dalam dua dekade terakhir, dana otsus telah berkontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap rupiah yang dialokasikan melalui dana otsus tidak hanya habis untuk belanja rutin, tetapi benar-benar diarahkan pada program produktif dan berkelanjutan.
Baca Juga : Pimpinan Daerah Dorong UMKM Aceh Tembus Pasar Global Lewat Program Bersama Garuda Indonesia
“Dana otsus bukan sekadar angka dalam APBA. Ia adalah harapan masyarakat Aceh untuk masa depan yang lebih baik. Karena itu, kita harus memperkuat tata kelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik,” tambahnya.
Kegiatan sinkronisasi dan analisis ini juga menjadi ajang diskusi kritis. Beberapa isu yang mengemuka antara lain soal tumpang tindih program antara provinsi dan kabupaten/kota, perlunya basis data terpadu untuk penerima manfaat, serta pentingnya sistem monitoring dan evaluasi yang lebih ketat.
Wagub Fadhlullah menyebutkan bahwa hasil dari forum ini akan dijadikan rekomendasi strategis bagi Pemerintah Aceh dalam menyusun perencanaan pembangunan tahun berikutnya.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan dana otsus harus mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat, seperti pengangguran, kemiskinan, dan pemerataan pembangunan.
“Saya berharap, melalui sinkronisasi ini kita bisa melahirkan kebijakan yang lebih solid. Bukan hanya untuk menyerap dana otsus semata, tetapi bagaimana setiap program mampu memberikan nilai tambah dan membangun kemandirian masyarakat Aceh,” katanya.
Baca Juga : Sambut Peserta Pawai Budaya, Wagub Aceh Apresiasi Semangat Generasi Muda
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena menghadirkan ruang koordinasi lintas sektor yang jarang dilakukan secara menyeluruh.
Forum tersebut diharapkan menjadi titik awal perbaikan tata kelola dana otsus Aceh, terutama mengingat masa berlaku dana otsus semakin terbatas dan perlu dimanfaatkan secara optimal.
Dengan berakhirnya kegiatan, Wagub Fadhlullah menegaskan kembali komitmennya untuk terus mengawal pemanfaatan dana otsus agar benar-benar menjadi motor pembangunan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Aceh. (*)

















Komentar