Kabar Jino | Bireuen – Kabupaten Bireuen, Aceh, dilanda bencana banjir besar yang mengakibatkan sejumlah infrastruktur vital rusak parah, termasuk Jembatan Kuta Blang yang dilaporkan putus total diterjang derasnya arus banjir. Kejadian ini telah memutus akses transportasi utama di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan dari pihak berwenang dan warga setempat, jembatan rangka baja yang menghubungkan Kecamatan Kuta Blang dengan wilayah sekitarnya itu tidak mampu menahan tekanan air bah yang melanda sejak Rabu, 26 November 2025.
Beberapa Jembatan Lain Juga Turut Putus
Tidak hanya Jembatan Kuta Blang, bencana banjir ini juga merusak beberapa infrastruktur jembatan penting lainnya di Kabupaten Bireuen:
· Jembatan di Babah Suwah
· Jembatan di Pante Lhong Peusangan
· Jembatan Bawak Siwak
Kerusakan yang terjadi secara beruntun ini memperparah kondisi dan memutuskan jaringan transportasi di wilayah tersebut.
Jalan Nasional Tidak Dapat Dilalui
Selain kerusakan jembatan, ruas jalan nasional yang menghubungkan Bireuen dengan Takengon juga mengalami kerusakan parah. Beberapa titik, seperti di Kilometer 16 dan 20, dilaporkan amblas dan longsor. Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh telah menyatakan jalur ini putus total dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Dampak pada Warga
Bencana ini membawa dampak yang sangat serius bagi masyarakat:
· Pemadaman Listrik: Listrik padam setidaknya di 17 kecamatan.
· Pengungsian: Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti balai desa atau rumah tetangga, karena rumah mereka terendam banjir.
· Aktivitas Terhambat: Aktivitas perekonomian dan mobilitas warga lumpuh total. Terjadi antrean panjang kendaraan barang yang terhenti.
Imbauan Pihak Berwenang
Otoritas setempat, melalui BPBD Bireuen, telah mengimbau masyarakat untuk:
1. Menunda Perjalanan ke dataran tinggi Gayo melalui jalur ini, mengingat tidak ada jalur alternatif yang dapat dilalui.
2. Tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
3. Bagi yang membutuhkan bantuan atau informasi evakuasi, disarankan untuk menghubungi BPBD Bireuen langsung.
Hingga berita ini diturunkan pada Kamis, 27 November 2025, air banjir di beberapa lokasi, seperti dari Samalanga hingga Kuta Blang, dilaporkan belum surut. Proses evakuasi dan pendataan korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Bencana banjir ini digambarkan sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir yang melanda wilayah Aceh, menunjukkan betapa dahsyatnya dampak yang ditimbulkan bagi infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

















Komentar