Hina Penjual Es Teh Pakai Kata Kasar, Gus Miftah

Ayat Quran Menegurnya Dengan Surah 5 Ayat 13

banner 468x60

KabarJino | JakartaGus Miftah kembali menggunakan candaan sebagai dalih di balik sikapnya yang tidak pantas, terutama diperlihatkan di depan banyak orang.

Selesai dengan aksi menoyor kepala istri, Gus Miftah malah mengolok-olok seorang penjual es teh yang hadir dalam acara yang dihadiri baru-baru ini. Tidak berhenti di situ, kata kasar juga diucapkan oleh pria kelahiran Lampung tersebut.

“Es tehmu sih akeh (masih banyak) nggak? Ya sana jual gob*lok,” ujar Gus Miftah kepada penjual es teh, yang berdiri di antara jamaah yang hadir.

Aksinya tersebut semakin miris dengan tawa yang muncul dari orang-orang yang duduk di sekitar Gus Miftah. Bahkan Gus Miftah sempat menengok ke belakang, diduga mengonfirmasi apakah perkataannya tersebut adalah sesuatu yang lucu.
Sayang sekali, publik tidak mudah untuk dibodohi. Melalui sebuah cuitan di X, seorang warganet menggunakan teladan dari seorang Rasulullah untuk mengkritisi penceramah seperti Gus Miftah.

“Rasulullah gak pernah mengajarkan kita untuk menghina, membully apalagi ngatain orang goblok dan lain-lain berdakwah,” bunyi cuitan tersebut, sebagaimana dilansir Suara.com pada Selasa (3/12/2024).
Candaan yang dilemparkan Gus Miftah juga dianggap tidak lucu. Tidak ada yang lucu di balik penghinaan terhadap mereka yang tidak mampu.

Baca Juga : Gus Miftah Minta Maaf Setelah Dapat Teguran Seskab

“Bercandamu gak lucu miftah. Keterlaluan mulutmu menghina orang gak mampu,” sambung pemilik akn yang sama.
Cuitan tersebut menjadi pemantik untuk kritikan-kritikan yang baru kepada Gus Miftah. Hingga ada yang menggunakan sebuah ayat Quran untuk menegur Gus Miftah.

Ayat tersebut adalah ayat ke-15 dari Surat Al Ma’arij. Secara garis besar, ayat tersebut mengingatkan manusia atas neraka yang siap menanti orang-oraong yang menghina orang miskin.

Teguran kepada Gus Miftah menggunakan ayat Al Quran (X)
“(QS. Al Ma’arij : 15). Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak mahu bersedekah, membayar zakat, atau bahkan memasang muka masam apabila ada orang miskin datang meminta bantuan,” tambah warganet dalam komentarnya.

Dan dalam ayat yang lain  juga keterkaitan dengan barang bawaan Sang Penjual Es Teh tersebut yaitu Es Teh 5 Gelas dan Air Mineral 15 Botol jadi tersirat disitu Surah 5, Ayat 15, yang berbunyi :

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ لَعَنّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوْبَهُمْ قٰسِيَةًۚ يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖۙ وَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلٰى خَاۤىِٕنَةٍ مِّنْهُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ۝١٣
fa bimâ naqdlihim mîtsâqahum la‘annâhum wa ja‘alnâ qulûbahum qâsiyah, yuḫarrifûnal-kalima ‘am mawâdli‘ihî wa nasû ḫadhdham mimmâ dzukkirû bih, wa lâ tazâlu taththali‘u ‘alâ khâ’inatim min-hum illâ qalîlam min-hum fa‘fu ‘an-hum washfaḫ, innallâha yuḫibbul-muḫsinîn
Artinya :
(Namun,) karena mereka melanggar janjinya, Kami melaknat mereka dan Kami menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman-firman (Allah) dari tempat-tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Nabi Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka, kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat). Maka, maafkanlah mereka dan biarkanlah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang muhsin.

Baca Juga : Korsel Darurat Militer, Begini Respons Prabowo

Tafsir Tahlili : 

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang Yahudi selalu mengingkari janji, maka Allah mengutuk mereka dan menjadikan hati mereka keras membatu, Allah menerangkan pula bahwa mereka tidak segan-segan mengubah perkataan Allah dari kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, padahal Nabi Musa telah mengambil janji mereka supaya mereka memelihara dan melaksanakan isinya, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang melaksanakannya sebagaimana orang-orang Muslim memelihara Al-Qur’an pada masa Nabi Muhammad saw.

Kitab Taurat yang asli itu sebagaimana dikatakan ahli sejarah Yahudi dan Nasrani sudah lenyap semenjak kerajaan Babilon menyerang kota mereka, membakar candi mereka dan menawan orang-orang Yahudi yang masih hidup. Selanjutnya Allah menerangkan bahwa orang Yahudi telah lupa akan sebagian dari yang telah diperingatkan kepadanya, dan dengan sengaja tidak mengerjakan sebagian apa yang diperintahkan itu, karena sudah menjadi kebiasaan bagi mereka membangkang dan mengingkari janji.
Menurut lbnu Abbas dan Mujahid, mereka lupa akan sebagian dari Taurat yang asli. Dan ini bisa terjadi bagi orang-orang Yahudi setelah hilangnya Taurat yang asli, karena mereka tidak ada yang menghafalnya. Kitab Taurat tidaklah sama dengan Perjanjian Lama. Begitu juga Injil tidak sama dengan Perjanjian Baru. Pada akhir ayat ini Allah memperingatkan Nabi Muhammad bahwa memang demikianlah watak dan tingkah laku orang-orang Yahudi pada zaman dahulu terhadap Allah, Kitab-kitab, dan Rasul-rasul-Nya. Allah memperingatkan bahwa Nabi Muhammad saw, senantiasa akan menghadapi bermacam-macam tipu daya dan pengkhianatan mereka.
Janganlah mengira bahwa Nabi telah aman disebabkan Nabi telah menyetujui hidup damai berdampingan dengan mereka, karena sudah menjadi watak mereka selalu suka menentang dan melanggar janji, kecuali sebagian kecil dari mereka, seperti Abdullah bin Salam dan kawan–kawannya yang telah masuk Islam dengan sungguh-sungguh dan mereka menjadi sahabat-sahabat Rasulullah yang terpuji. Menghadapi orang-orang ini janganlah Nabi Muhammad merasa khawatir, tetapi hendaklah memaafkan kesalahan-kesahahan yang pernah mereka lakukan. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Komentar