Joe Biden AS Siap Guyur Dana Beasiswa US$9,56 Juta Untuk Pelajar RI

Momen Presiden Prabowo Kenalkan Menlu Sugiono hingga Mayor Teddy ke Joe Biden di Amerika Serikat

KabarJino | Washington DC – Presiden RI, Prabowo Subianto memperkenalkan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono dan Sekretaris Kabinet (Seskab), Mayor Teddy Indra Wijaya kepada Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

Momen tersebut, terjadi saat agenda pertemuan Presiden Prabowo dan Biden di Gedung Putih, Washington DC, pada Selasa, (12/11/2024).

 

Dalam pertemuan, Presiden Prabowo dan Presiden Biden membahas 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Amerika Serikat hingga persoalan krisis iklim.

Agenda yang di bahah dalam kunjungan kerja Presiden termasuk pendidikan, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan komitmennya untuk mendorong pendidikan Tanah Air dan memberikan hibah dalam rangka upaya pelestarian warisan budaya di Indonesia

Dari bidang pendidikan, Biden bakal membuka akses terhadap peningkatan akses ke Pendidikan Tinggi. Apalagi, pada tahun lalu, Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) telah melatih lebih dari 700 anggota staf dan lebih dari 6.000 mahasiswa dari lebih dari 55 universitas di Indonesia dalam pengembangan keterampilan nonteknis, pembelajaran sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) terapan.

“USAID meningkatkan akses bagi mahasiswa Indonesia ke pendidikan AS melalui program beasiswa baru yang mendanai pemerintah Indonesia yang mengirimkan dana senilai US$9,56 juta,” ujar Joe Biden dalam keterangan resmi White House usai pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (12/11/2024).

Baca Juga : MK Putuskan Pilkada Ulang Harus Digelar Paling Lama 1 Tahun

Dia melanjutkan bahwa Indonesia dan AS berencana untuk memperluas program Fulbright untuk menyambut para sarjana Fulbright Amerika dan Asisten Pengajar Bahasa Inggris ke lembaga pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Agama.

Biden menyebut juga telah menginvestasikan lebih dari US$50 juta melalui Departemen Luar Negeri dan USAID dalam berbagai inisiatif yang memperkuat tata kelola yang demokratis, mempromosikan penghormatan terhadap kebebasan fundamental dan hak asasi manusia, serta memperkuat peran masyarakat sipil di Indonesia.

Baca Juga : Presiden Prabowo Subianto Tiba di Washington DC Amerika Serikat

“Amerika Serikat dan Indonesia juga telah menegaskan kembali dukungan kuat mereka terhadap Kemitraan Pemerintah Terbuka sebagai cara untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik, memberikan layanan kepada publik, dan memajukan prioritas antikorupsi,” pungkas Biden.

Selain itu, AS juga memberikan hibah sebesar US$275.000 akan membantu beberapa museum Indonesia untuk mengembangkan dan mendigitalkan sistem katalogisasi yang meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan darurat mereka.

Baca Juga  : Trump Janji Deportasi Imigran Besar-besaran

Biden melajutkan bahwa pemerintahannya juga bakal memberikan hibah sebesar US$299.800 untuk membantu mendokumentasikan dan melestarikan bahasa-bahasa lokal Indonesia melalui keterlibatan masyarakat dan platform digital sumber terbuka.

Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC, AS pada Selasa (12/11/2024).

Dalama kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada Joe Biden selaku sejumlah pihak yang memberikan ucapan selamat atas kemenangannya sebagai pemimpin Negara.

“Terima kasih Presiden Biden, terima kasih telah menerima saya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih. Anda sendiri yang menelepon saya untuk [kemenangan] saat pemilihan saya dan dan akhirnya saya bisa datang dan Anda menerima saya hari ini,” ujar Prabowo saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, di Gedung Putih, Washington DC, pada Selasa (12/11/2024).

Pertemuan antara Prabowo dan Joe Biden merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja resmi Presiden Prabowo di Amerika Serikat guna memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.