Nasib Penyiar RRI Usai Curhat Kena PHK Akibat Efisiensi Anggaran

Dapat Pesan dari Gerindra

Kabar Jino | Banda Aceh – Penyiar RRI Ternate Aiinizzaa terkait nasibnya usai viral di media sosial beberapa waktu lalu. Penyiar RRI Aiinizzaa mencurahkan isi hatinya terkait nasib pilu atas dampak dari efisiensi anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Curhatan tersebut bahkan disiarkan secara langsung di Radio Republik Indonesia (RRI).

“Efisiensi anggaran yang bapak lakukan saat ini untuk menunjang agar program bapak bisa berjalan dengan baik seperti makan gratis untuk anak-anak.

Tapi sudahkah bapak berpikir bahwa ketika pagi hari bapak berhasil memberi makanan gratis dan bergizi untuk anak-anak, mereka pulang ke rumah mereka dapati orang tua mereka tidak bisa memberikan makan siang dan malam yang layak karena ternyata orang tua mereka harus diPHK, dirumahkan karena efisiensi yang telah bapak lakukan.

Soal video viral ini, admin Partai Gerindra sempat merespon.

Harusnya tidak begini buntut dari efisiensi anggaran. Arahan Presiden untuk pengelolaan fiskal:

1. Identifikasi dan Penghentian Belanja Pemerintah Tidak Esensial, Tidak Berdampak dan Bocor.

2. Pemusatan Kapasitas Fiskal Pemerintah untuk Belanja Prioritas.

3. Pengelolaan Fiskal yang Adiktif Terhadap Situasi Global dan Nasional.

Ini ada gap sangat besar antara arahan presiden dan pelaksanaan.” tulis admin Partai Gerindra di kolom komentar.

Juru Bicara RRI, Yonas Markus Tuhuleruw mengatakan bahwa kebijakan berdampak pada sebagian tenaga lepas atau kontributor yang kontraknya tidak diperpanjang.

“Pilihan terakhir dalam keputusan dan kebijakan direksi terkait tenaga lepas atau kontributor,” jelasnya.

Baca Juga : Prabowo Terbitkan Keppres Biaya Haji 2025

Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, Iman Brotoseno menegaskan bahwa pihaknya tidak lagi akan menerapkan kebijakan merumahkan karyawan, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tenaga kontributor dan pekerja lepas.

 “Kami berkomitmen untuk tidak lagi membuat kebijakan merumahkan karyawan dalam bentuk apa pun, baik PHK atau istilah lainnya. Mereka bisa kembali bekerja dan menerima penghasilan seperti biasa,” ujar Iman.

Menurutnya kebijakan tersebut hanya terjadi di daerah.

Sementara, di kantor pusat, tidak ada pengurangan tenaga outsourcing, termasuk driver dan satpam.

“Di daerah, kebijakan ini memang berbeda-beda. Ada kepala stasiun yang tidak merumahkan sama sekali, ada yang melakukan inovasi seperti di Jambi, di mana pembiayaan kontributor dialihkan oleh Pemprov (Pemerintah Provinsi),” katanya.

Nah kabar baik juga disampaikan Aiinizzaa lewat akun media sosial TikTok.

“Teman-teman kemarin saya sudah mendapatkan tanggapan yang cepat dan baik dari Admin Gerindra.

Malam ini pun saya mendapatkan kabar sangat baik dari teman-teman Satker RRI lainnya. Alhamdulillah.

Terima kasih kalian. Terima kasih semuanya.

Selamat kembali mengudara dengan jam terbang yang lebih tinggi lagi teman-teman.

Terima kasih karena sudah mencitai RRI sedalam ini.

Sekali di udara tetap di udara,”tulisnya di TikTok Aiinizzaa.