Kabar Jino | Banda Aceh – PT Hutama Karya (Persero) mencatat total kendaraan yang melintas Jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) selama massa mudik lebaran mencapai 70 ribu sejak 24 Maret sampai 2 April 2025.
Bahkan jumlah kendaraan yang melintas pernah mencapai lebih 13 ribu per hari.
“Yang melintas selama periode tersebut sebanyak 70.016 kendaraan atau naik 121 persen dari lalu lintas normal,” kata Branch Manager Jalan Tol Sibanceh PT Hutama Karya, Totok Masyadi, Kamis, 3 Maret 2025.
Baca Juga : Anggota DPRA/Ketua DPW PA Aceh Besar Hasballah Dampingi Mualem
Dia menyampaikan Hutama Karya mengoperasionalkan lima seksi bertarif dan satu fungsional tanpa tarif atau gratis untuk mendukung arus mudik dan balik lebaran Idulfitri 1446 Hijriah atau 2025 Masehi.
Lima seksi bertarif yakni mulai seksi dua sampai enam atau Seulimeum-Baitussalam sepanjang 48,5 kilometer. Sementara jalur fungsional tanpa tarif adalah seksi satu Padang Tiji-Seulimeum sepanjang 23,95 kilometer.
Meski demikian, jalur fungsional dapat dilalui oleh pemudik mulai 24 Maret sampai dengan 10 April 2025 pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Selama massa mudik lebaran, lonjakan trafik kendaraan yang signifikan dengan akumulasi kendaraan terlihat jelas pada Rabu, 2 April 2025. Jumlah kendaraan yang melintas mencapai 13.451 kendaraan dalam sehari.
Baca Juga : Kebakaran Hebat di Kuta Blang, Bireuen, Hanguskan Rumah Warga
Kendaraan yang melintas didominasi oleh kendaraan golongan satu yakni 97 persen. Sementara gerbang tol yang paling ramai adalah Padang Tiji.
“Walau hanya dibuka fungsional selama sembilan jam per hari, dengan total kendaraan sebanyak 23.930 kendaraan atau 34 persen dari seluruh trafik lalu lintas,” ujar Totok.
Hutama Karya mengimbau pemudik untuk mematuhi ketentuan dan tata tertib di jalan tol. Mulai dari kecepatan maksimal berkendara yakni 100 kilometer per jam di jalur operasi bertarif dan 60 kilometer per jam di jalur fungsional. Pemudik diimbau tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.
Baca Juga : Gubernur dan Ketua DPR Aceh, Sahur Bareng!
Pengendara diminta menggunakan satu kartu uang elektronik hanya untuk satu kendaraan dan memastikan kecukupan saldo sebelum memasuki gerbang tol. Bila terpaksa untuk melakukan top-up di gerbang tol, maka pengguna jalan haruslah mengambil lajur kiri agar tidak mengganggu pengguna yang lain.
