Sosok Inspiratif Asal Aceh Jadi Kebanggaan

Di Balik Gemuruh Latihan Udara Cakra C Kosek I Medan

Kabar Jino | Medan –  Langit Medan bergemuruh. Deru mesin pesawat tempur meraung membelah awan dalam Latihan Udara Cakra C Kosek I Medan, sebuah latihan besar yang menjadi bukti kesigapan TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan udara nasional. Namun, di balik gemerlap latihan berskala besar ini, ada satu sosok yang menjadi perhatian dan inspirasi, khususnya bagi masyarakat Aceh.

Dia adalah Mayor Pnb Eri Nasrul, seorang perwira penerbang TNI AU asal Aceh. Sosoknya dikenal sebagai prajurit yang rendah hati, tegas, namun penuh semangat dalam menjalankan tugas negara.

Baca Juga : Wagub Fadhlullah Sambut Kepulangan Jemaah Haji Aceh

Dari Aceh ke Langit Nusantara

Perjalanan Mayor Pnb Eri Nasrul tidaklah singkat. Terlahir dan dibesarkan di tanah rencong, sejak kecil ia bercita-cita ingin menjadi penerbang. Tekadnya terpatri kuat ketika melihat pesawat-pesawat tempur yang melintas di langit. Bagi sebagian orang, mimpi itu terasa jauh, namun tidak bagi Eri muda. Dukungan orang tua, ketekunan belajar, dan semangat pantang menyerah menjadi modal utamanya.

“Dulu saya hanya bisa melihat pesawat lewat di atas rumah. Tidak pernah terbayang akhirnya bisa berada di kokpit, menerbangkan pesawat tempur, dan sekarang menjadi bagian dari sistem pertahanan udara negara,” ungkapnya dengan mata berkaca.

Peran Vital di Latihan Cakra C

Dalam latihan Cakra C Kosek I Medan, Mayor Pnb Eri Nasrul memegang peranan penting. Ia terlibat langsung dalam perencanaan misi udara, koordinasi penerbangan, serta eksekusi skenario latihan yang mensimulasikan berbagai potensi ancaman terhadap wilayah udara nasional.

“Latihan ini bukan sekadar terbang atau manuver. Ini adalah simulasi situasi nyata bagaimana kita mempertahankan kedaulatan udara Indonesia dari potensi ancaman. Semua unsur terlibat, mulai dari radar, pesawat tempur, hingga pusat komando,” jelasnya.

Baca Juga : Gemira Dukung Langkah Gubernur Surati Presiden Prabowo

Latihan ini juga menjadi ajang pengujian kesiapsiagaan satuan-satuan pertahanan udara, mulai dari pencegatan, pengintaian, hingga serangan balasan jika ada pelanggaran wilayah udara.

Menjadi Inspirasi Generasi Muda Aceh

Kisah Mayor Pnb Eri Nasrul menjadi cerminan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah. Keberhasilannya menembus ketatnya seleksi Akademi Angkatan Udara (AAU) hingga menjadi perwira penerbang adalah bukti nyata bahwa anak-anak muda Aceh memiliki potensi besar jika mau berusaha.

“Banyak yang bilang menjadi penerbang itu sulit, apalagi dari daerah. Tapi saya percaya, jika ada tekad, semua bisa. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha, belajar, dan terus berdoa,” pesannya untuk generasi muda Aceh.

Ia juga berharap agar anak-anak muda Aceh tidak ragu untuk bercita-cita menjadi bagian dari TNI atau institusi negara lainnya.

“Negara ini milik kita semua. Kedaulatan udara bukan hanya tugas TNI AU, tetapi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga : Istri Mantan Direktur Jeumala Amal Meninggal, Wagub Aceh Hadiri Takziah

Dari Langit, Untuk Negeri

Mayor Pnb Eri Nasrul kini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga dan masyarakat Aceh, tetapi juga bagi TNI Angkatan Udara dan bangsa Indonesia. Sosoknya adalah bukti nyata bahwa dedikasi, loyalitas, dan semangat pengabdian mampu membawa seseorang terbang tinggi, tidak hanya secara harfiah, tetapi juga dalam arti kontribusi kepada bangsa dan negara.

“Ini bukan hanya tentang menjadi penerbang. Ini tentang menjaga merah putih tetap berkibar, dari udara, dari bumi, dan dari hati,” pungkasnya.