Berdasarkan data dihimpun, genangan banjir ini terjadi di tiga kampung, yakni Simpangkiri, Sumbermakmur dan Tenggulun.
Ketiga kampung ini seluruhnya berada di Kecamatan Tenggulun yang merupakan wilayah hulu Aceh Tamiang. Herianto, warga Tenggulun, mengungkapkan dampak banjir di kampungnya paling parah karena sudah merendam ratusan rumah. Ketinggian air di daerah ini mencapai 65 centimeter.
“Ada satu titik paling parah, jalan sepanjang 100 meter di Tenggulun tidak bisa dilewati kendaraan,” kata Herianto.
Baca Juga: Perkiraan Cuaca
“Kalau di Simpangkiri tidak ada rumah terendam, tapi kalau hujan masih turun terus, tidak tertutup kemungkinan bakal masuk juga,” ungkapnya.
Diterangkannya penyebab banjir ini akibat pendangkalan sungai yang sudah tidak dapat menanpung volume air. Sejak pagi, air sungai meluap dan secara perlahan masuk ke kawasan permukiman.
Dua pekan lalu, kawasan ini juga terendam banjir yang diawali curah hujan tinggi di kawasan hulu.
Seluruh kecamatan yang dilintasi sungai terkena dampak dan puncaknya gelombang banjir membuat tanggul di Muka Sungaikuruk pecah.
Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan Pemprov Aceh serius membenahi daerah aliran sungai.
Baca Juga: Dihapus UU Ciptaker, MK Wajibkan Lagi Upah Minimum Sektoral
Dia menekankan penyebab utama banjir akibat pendangkalan sungai, sehingga harus dikeruk.
Asra juga telah menyampaikan potensi banjir bisa mengganggu hari pencoblosan PIlkada 2024 mengingat hari H Pilkada nanti juga merupakan musim hujan yang bisa membuat debit air sungai meluap.












