KabarJino | Jakarta – Mayor Teddy ternyata memiliki peran dalam keputusan Gus Miftah mundur sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto.
Peran Mayor Teddy diungkap langsung oleh Gus Miftah saat memutuskan mundur sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Dalam pengumumannya, Gus Miftah bercerita keputusannya mengundurkan diri sudah melalui proses diskusi dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atau Mayor Teddy.
Baca Juga : Arab Saudi Minta Indonesia Kembali Mengirim Pekerja Migran, Ini Alasannya
Gus Miftah mengaku berdiskusi dengan Mayor Teddy pada Kamis (5/12/2024) malam.
Dia mengatakan keputusan mundur sebagai Utusan Khusus Presiden belum diberitahukan pada Presiden Prabowo Subianto.
“Saya belum komunikasi dengan beliau (Presiden Prabowo Subianto). Tidak ada tekanan siapapun. Saya sudah komunikasi dengan pak Seskab,” kata Gus Miftah.
Menurutnya Mayor Teddy memberi jawaban yang tidak menyuruh atau melarang soal mundur sebagai Utusan Khusus Presiden.
“Pak Seskab hanya menjawab ‘keputusan ada di Gus, kembali ke keyakinan dan hati nurani Gus Miftah’. Beliau tidak dalam rangka menyuruh atau menolak,” kata Gus Miftah.
Miftah bercerita 16 November 2024 saat sedang di Bali, Ning Astuti mengaku tak nyaman dengan Gus Miftah yang menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden.
“16 November istri saya sudah menyampaikan ke saya, ‘Bah saya sebenarnya gak nyaman jadi istri abah sebagai seorang pejabat, saya lebih nyaman menjadi istri Gus Miftah yang saya kenal di awal’. Entah sebagai firasata atau apa,” kata Gus Miftah.
Keputusannya mundur sebagai Utusan Khusus Presiden, dirasa sebagai jawaban dari keluhan sang istri.
“Mungkin ini jawaban dari itu semua,” kata Gus Miftah.
Baca Juga : Kejaksaan Agung Periksa 4 Saksi dalam Kasus Korupsi Jalur KA Besitang-Langsa
Gus Miftah memang tengah menjadi pergunjingan di media sosial dan masyarakat.
Itu gara-gara ucapannya ke seorang tukang es teh saat acara Sholawatan di Lapangan Drh Soepardi, Sawitan, Kabupaten Magelang, Rabu (20/11/2024).
Ucapan tersebut kemudian disambut gelak tawa tokoh agama lain yang duduk di samping kanan kiri Gus Miftah seperti Habib Zaidan bin Yahya dan KH Usman Ali.
Gus Miftah lantas kembali ditegur Seskab Mayor Teddy.
Baca Juga : Info Loker Sekertaris Pertamina Area Banda Aceh
“Saya juga sudah ditegur oleh Pak Seskab untuk lebih berhati-hati menyampaikan pendapat dan pidato di depan masyarakat luas,” kata Gus Miftah.
Sampai kemudian Gus Miftah pun membuat video klarifikasi dan mendatangi rumah pedagang es teh Sunhaji di Dusun Gesari, Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.











