Mualem Minta Polisi Segera Diusut Kasus Meninggal Mantan GAM

Kabar Jino | Bireuen – Gubernur Aceh Muzakkir Manaf meminta polisi segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik meninggalnya Muhammad Hasyimi (45), warga Gampong Tanjong Beuridi, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, yang ditemukan Rabu (4/6/2025) di dalam jurang di kawasan areal perkebunan perbatasan Gampong Darussalam dan Pulo Harapan, Peusangan Selatan.

Gubernur Aceh Muzakkir Manaf mengatakan penting bagi polisi untuk mengungkap penyebab kematian almarhum Muhammad Hasyimi karena almarhum merupakan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Batee Iliek.

Baca Juga : Meninggalnya Hasyimi di Dalam Jurang Jadi Misteri

“Dari segi historis, almarhum adalah anak tokoh perjuangan GAM yang berpengaruh di Peusangan, yaitu anak dari Tgk Abdulhadi Muhammad Isa Tanjong Beuridi yang syahid di Gunong Goh, tahun 1990. Kita berharap polisi segera menangkap pelaku dan mengungkap motif dibalik meninggalnya Muhammad Hasyimi,” kata Gubernur Aceh, Sabtu (7/6/2025), dalam lawatannya ke Bireuen kepada awak media.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muhammad Hasyimi semula dikabarkan meninggal dunia akibat jatuh ke dalam jurang, sesuai keterangan rekannya kepada masyarakat.

Baca Juga : Anggota DPR-RI, HRD Minta Polisi Ungkap Misteri Meninggalnya Hasyimi

Abdul Hakim (46), abang kandung korban, kepada awak media menuturkan, sebelum menghilang Hasyimi sempat menikmati mie goreng di salah satu warung kopi Darussalam bersama rekannya inisial A, T, Ap, lalu mereka berangkat dengan sepeda motor Honda Vario menuju kawasan hutan.

Namun, sekitar pukul 12.00 siang pihak keluarga menerima kabar duka dari dua mantan sekretaris desa Tanjong Beuridi,, tentang kondisi korban yang meninggal dunia akibat jatuh ke jurang.

“Kami sontak kaget dan sangat terpukul mendengar kabar buruk itu. Lalu, keluarga ke Darussalam melakukan pencarian,” jelasnya.

Baca Juga : Mobile Action Seorang Nasabah BAS Langsa Diretas, Saldo Rp 21 Juta Terkuras

Awalnya, keluarga pasrah atas musibah itu dan hanya berniat mencari jasad korban untuk dikebumikan.

Namun, setelah menemukan mayat Hasyimi, warga merasa curiga karena ada berbagai kejanggalan. Jenazah lalu dibawa ke RSU dr. Fauziah Bireuen untuk di Autopsi. Setelah diautopsi, ditemukan luka di bagian belakang telinga kiri dan siku kiri.