Kabar Jino | Banda Aceh – Pasar emas di Banda Aceh mengalami lonjakan signifikan ketika harga logam mulia itu menembus angka Rp 6.300.000 per mayam pada Senin (22/9/2025). Angka ini memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dan menciptakan gelombang reaksi baik dari investor maupun masyarakat umum.
Pantauan di sejumlah toko emas ternama di kawasan Peunayong dan Simpang Lima menunjukkan, harga emas buyback (jual kembali) juga ikut melambung tinggi, berada dalam kisaran Rp 6.100.000 – Rp 6.200.000 per mayam. Kenaikan ini terjadi cukup drastis dibandingkan harga akhir pekan lalu.
Baca Juga : Wagub Aceh Terima Delegasi Kedubes Selandia Baru, Bahas Perdamaian hingga Peluang Investasi Pariwara 1
Beberapa faktor disebutkan oleh analis sebagai pemicu rekor baru ini. Faisal Riza, S.E., M.Si., seorang analis pasar logam mulia, menjelaskan bahwa kondisi global adalah pendorong utamanya.
“Lonjakan harga emas per mayam di Banda Aceh ini adalah cerminan dari ketegangan pasar global. Ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter bank sentral AS membuat investor beramai-ramai beralih ke emas sebagai aset yang aman. Fluktuasi Rupiah juga memperkuat tren kenaikan ini di tingkat lokal,” papar Faisal.
Merespons hal ini, antusiasme masyarakat terbagi. Para investor yang telah lama menyimpan emas terlihat antusias untuk melakukan profit taking.
Baca Juga : Hadiri Rakor Pemda se-Sumatera, Wagub Aceh Dorong Penguatan Ekonomi Daerah Pariwara 2
“Saya beli emas waktu harga masih sekitar Rp 1,2 jutaan per mayam. Sekarang harinya hampir lima kali lipat. Ini rezeki nomplok, saya akan jual sebagian untuk modal usaha,” ujar Teuku Malik, seorang warga Lueng Bata.
Sebaliknya, calon pembeli untuk keperluan adat dan pernikahan tampak lebih menimbang-nimbang. “Ini rencana mau beli untuk mahar, tapi harganya sedang sangat tinggi. Kami mungkin akan menunggu atau menyesuaikan budget karena ini di luar perhitungan,” kata Cut Nadia, calon pembeli yang ditemui di Peunayong.
Menyikapi kondisi ini, pedagang emas veteran di Banda Aceh, H. Syamsul Bahri, menyarankan masyarakat untuk bijak.
“Emas adalah investasi jangka panjang. Jangan panik beli saat harga memuncak, tapi juga jangan ragu untuk jual jika memang butuh dana atau ingin mengambil keuntungan. Yang penting, transaksi di toko resmi dan dapat sertifikat.”
Baca Juga : Akhmad Sutrisno Mantan Manajer Percetakan Koran PT. AMG Meninggal Dunia Pariwara 3
Dengan ketidakpastian global yang masih berlanjut, harga emas diprediksi akan tetap volatil dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat diharapkan dapat membuat keputusan finansial yang tepat dengan informasi yang memadai.
Catatan:
· 1 Mayam setara dengan 3.3 gram, sehingga harga per gram-nya adalah sekitar Rp 1.909.090. Angka ini konsisten dengan kisaran harga emas dunia yang memang sedang tinggi.

















Komentar